Latar Belakang

Keberadaan Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia telah tumbuh dan berkembang sejak masa penyebaran agama Islam. Pesantren telah banyak berperan dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat. Sejarah perkembangan Pesantren menunjukkan bahwa lembaga ini tetap eksis dan konsisten menunaikan fungsinya sebagai pusat pengajaran ilmu-ilmu agama Islam (tafakkuh fiddiin) sehingga dari Pesantren lahir para ulama’ maupun ‘umaro’ yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Sejalan dengan perkembangan kemajuan zaman, Pesantren dituntut untuk tetap teguh dengan jiwa Pesantrennya. Sebuah lembaga yang selalu mengedepankan jiwa: Keikhlasan, Kesederhanaan, Ukhuwah Islamiyyah, dan Kemandirian. Keempat jiwa Pesantren tersebut dihadapkan pada tantangan zaman yang semakin hari mengacaukan ranah pikir masyarakat pada pemahaman dan penerapan ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, sudah saatnya Pesantren menata ulang cara dan media dakwah yang komprehensif yang disesuaikan dengan wilayah dakwah sesuai dengan kemajuan zaman.

Di banyak tempat, Pesantren telah mengalami pembaruan dan pengembangan, khususnya pada kurikulum dan metode pembelajarannya. Sebagian besar Pesantren telah mengakomodasi program pendidikan madrasah atau sekolah umum ke dalam subsistem lembaga tersendiri. Di banyak Pesantren telah didirikan madrasah atau sekolah yang mengajarkan pelajaran umum dengan tidak lupa mengajarkan pelajaran-pelajaran yang menjadi ciri khas dari pesantren, termasuk di Pondok Pesantren Al-Hadi Padangan yang telah mendirikan Madrasah Tsanawiyyah (MTs) Plus Al-Hadi Padangan.

MTs Plus Al-Hadi didirikan untuk mewujudkan generasi muslim yang selalu mengedepankan pada pola dzikir dan fikir menuju insan kamil. Artinya, setiap lulusan MTs Plus Al-Hadi diharapkan mampu menjadikan ilmu agama Islam sebagai pilar utama mengembangkan kecerdasan majemuk (multiple intelegence) yang dimiliki oleh setiap santri. Baik kecerdasan tersebut berhubungan dengan kecerdasan personal, kecerdasan bahasa, kecerdasan matematik, kecerdasan sosial, kecerdasan motorik dan kecerdasan visual-verbal. Sehingga akan tampil nantinya generasi yang memiliki IQ (Intelectual Quotient) –ESQ (Emotion-Spiritual Quotient) yang unggul di bidangnya.

Mohon kritik dan sarannya!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s